Assalamualaikum, Wilujeng Sumping di Blog Kajian Permais FEB Unpad Kajian Permais FEB Unpad Kajian in Action

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 16 Mei 2015

Desiran Hati


Perjalanan ini berawal dari sebuah keputusan. Berawal dari penawaran  dua amanah besar, yang pada akhirnya mengharuskan setiap insan untuk memilih sebuah pilihan. Keputusan itu jatuh untuk memilih sebuah amanah di tempat bernama Persaudaraan Mahasiswa Islam FEB Unpad. Bulatkan tekad, kuatkan niat, ya itulah langkah awal yang  aku lakukan ketika menerima amanah ini.

Perjalanan tentu tak kan pernah selamanya berjalan mulus, selalu ada aral melintang,selalu ada badai di tengah kapal yang hendak menyebrang. Kemudi dua divisi besar ini menumpuk di pundakku, tak boleh untuk aku tumbang. Harus bisa berdiri ketika terjatuh, harus mampu membawa dua divisi besar ini untuk menyebrangi lautan yang masih banyak ombak ini, prinsip yang selama ini aku pegang, tetap semangat berusaha tuk tak mengeluh.

Apa-apa yang kudapatkan selama hampir dua tahun bergumul di dunia perkuliahan, apa-apa yang aku dapatkan selama 19 tahun hidup, dan apa-apa yang aku dapatkan selama hampir 5 tahun berkecimpung di dunia organisasi itulah yang aku hendak bagikan kepada mereka. Tentu sukses bagiku, adalah ketika mampu membawa orang dalam kapal yang sedang ku tumpangi ini melewati ombak yang ada, sehingga mereka di perjalanan selanjutnya mampu berjalan di daratan yang lebih baik, mampu menjadikan mereka from zero to hero salah satu cita-cita yang ingin kugapai, dan cita-cita selanjutnya adalah mampu mempersaudarakan mereka di perjalanan ini.

Aku akui semua ini memang tak mudah.

Bagi siapapun yang membaca catatan ini, mungkin akan berpikir seolah-olah aku ini seorang yang sudah banyak prestasi, seorang yang hebat, atau mungkin seorang yang manusia di anggap sempurna, sehingga aku berani bermimpi memiliki cita-cita tersebut. Ya, aku bukanlah orang yang demikian, banyak kekurangan yang dimiliki, banyak keterbatasan yang menjadi kendala. Ya, Aku sadar akan segala kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki.  Tapi aku tak akan berhenti untuk bermimpi, hingga akhir perjalanan ini di Desember 2015.

Ketika perjalanan besar ini selesai, aku tak akan lagi menjadi pemain utama dalam bahtera perjalanan selanjutnya, tapi tetap kan ku kawal kalian dari belakang, karena ku tahu berjalan tanpa ada pegangan yang menguatkan tanpa ada dorongan itu cukup sulit. Semoga kita mampu mengibarkan lambang Persaudaraan Mahasiswa Islam FEB Unpad ini bersinar khususnya di FEB, di universitas dan semoga dapat terbentuk generasi-generasi selanjutnya dari tempat ini generasi-generasi yang haus akan ilmu.

Terimakasih untuk setiap waktu yang telah kalian luangkan untuk kebersamaan ini. Makan bareng di The Kiosk, hiking bareng ke Tahura, semoga semakin bertambah ukhuwah yang ada. Aamiin. 

Allāhumma innaka ta'lamu anna hādzihil qulūb qadijtama'at 'alā mahabbatik, waltaqat 'alā thā'atik, wa tawahhadat 'alā da'watik, wa ta'āhadat alā nashrati syarī'atik. Fa watstsiqillahumma rābithatahā, wa adim wuddahā, wahdihā subuulahā, wamla-ahā bi nūrikal ladzī lā yakhbū, wasyrah shudūrahā bi faidhil īmāni bik, wa jamīlit tawakkuli 'alaik, wa ahyihā bi ma'rifatik, wa amithā 'alā syahādati fī sabīlik... Innaka ni'mal maulā wa ni'man nashīr.

Minggu, 26 April 2015

Problematika Remaja dan Solusinya


Remaja adalah masa pertumbuhan. Tidak hanya secara fisik, namun juga mental atau pemikiran. Dewasa ini, problematika remaja semakin krusial dengan maraknya penyimpangan akhlak para pemuda. Agama Islam memberikan perhatian lebih terhadap pembentukan mental para generasi muda karena generasi muda ini yang nantinya akan menjadi pondasi dalam menegakkan agama islam itu sendiri.

Penyimpangan akhlak para generasi muda ini tak hanya dipengaruhi oleh faktor internal saja, tetapi faktor eksternal dalam kehidupan bermasyarakat pun ikut mengambil alih di dalamnya.
Berikut ini adalah penyebab yang mendukung terjadinya penyimpangan akhlak para pemuda:

1. Waktu luang
Waktu luang yang tidak dipergunakan dengan baik akan menimbulkan keinginan-keinginan buruk. Maka untuk mengatasinya, sebagai generasi muda yang baik pergunakanlah waktu luang dengan sebaik-baiknya untuk diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat untuk dirinya maupun orang lain.

2. Adanya kesenjangan antara para pemuda dengan orang tua
Akhlak seorang pemuda berawal dari lingkungan keluarga. Peran orang tua sangat penting dalam membentuk pribadi anaknya. Jika terjadi kesenjangan dan hubungan yang kurang atau bahkan tidak baik antara pemuda dengan orang tuanya akan memicu penyimpangan akhlak para generasi muda. Para pemuda yang jauh akan nasihat orang tua cenderung akan melakukan sesuatu dengan keinginan diri sendiri tanpa mengetahui akibatnya. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya para pemuda dan orang tua saling memperbaiki hubungan mereka sehingga para pemuda berkeinginan untuk dapat dibimbing dalam hal kebenaran.

3. Bergaul dengan teman yang akhlaknya menyimpang
Rasullullah SAW bersabda :

لمرء على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل

Seorang manusia akan mengikuti agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang darimu melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya.

Jika diumpamakan kita berteman dengan tukang minyak, maka kita juga akan tercium bau minyak. Namun, jika kita berteman dengan tukang minyak wangi, maka kita juga akan tercium wanginya.
Begitulah pergaulan dalam berteman akan memengaruhi akhlak para pemuda. Jika kita para generasi muda berada dalam pergaulan yang salah, tidak akan diragukan lagi kita akan terjerumus di dalamnya. Agar terhindar dari kejadian ini maka bergaulah dengan orang-orang soleh. Bergaulah beserta orang-orang yang mengajak kita kepada kebaikan dari pada kemaksiatan.

4. Sumber bacaan yang tidak bermanfaat
Para pemuda kerap kali membaca bacaan yang kurang bermanfaat bahkan dapat menjerumuskannya dalam kebinasaan. Alangkah lebih baik jika kita sebagai para generasi muda yang akan meneruskan dakwah para pejuang Islam saat ini menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaannya setiap hari. 

5. Penyalahgunaan teknologi
Era globalisasi sekarang ini menuntut kita untuk selalu mengikuti perkembangan zaman. Salah satu produk teknologi adalah internet. Kini internet seolah memanjakan para pemuda dalam memudahkan mencari informasi dari luar. Namun, tidak sedikit dari informasi tersebut malah menjerumuskan para pemuda dalam pemburukan akhlak.

Jadi sebagai para generasi muda Islam gunakanlah teknologi yang semakin hari semakin canggih ini secara bijak. Menggunakannya untuk hal-hal positif tentu akan membuahkan hasil yang lebih baik. Justru dengan teknologi ini akan mempermudah para generasi muda untuk dapat mensyiarkan ajaran Islam.

6. Persangkaan keliru bahwa ajaran Islam mematikan potensinya
Tidak sedikit dari para remaja saat ini yang menganggap bahwa ajaran Islam dianggap kuno atau ketinggalan zaman sehingga banyak dari mereka berpaling dari syariat Islam. Mereka bahkan lebih memilih untuk hidup dengan trend kebarat-baratan. 

Untuk mengatasi hal ini, para pemuda seharusnya mendapatkan pengajaran dan nasihat yang baik dan bijak bahwa ajaran Islam tidak mengekang kebebasannya melainkan untuk mengatur kebebasan seseorang agar tidak berbenturan dengan kebebasan orang lain.

Sumber: (http://manisnyaiman.com/problematika-remaja-dan-solusinya/)

Kamis, 16 April 2015

Tuhan dan Korek Api


Bismillahirrahmanirrahim.
Saya ingin berbagi sedikit cerita tentang cerita teman Liqo saya.
Setiap pekan biasanya saya dan teman-teman di kampus suka liqo’. Bagi yang masih asing mendengarnya, liqo’ itu semacam pengajian namun lebih intensif karena pesertanya hanya sekitar 10-12 orang dengan guru pengajar yang tetap. Bagi saya liqo’ itu merupakan kebutuhan rohani, yang mana manfaatnya terasa pada saat itu juga. Liqo’ itu ibarat charger, sesuatu yang dapat membangkitkan kembali semangat yang terkadang padam. Dalam acara liqo’, selain materi yang diberikan oleh guru, biasanya ada sesi curhat. Siapapun yang punya cerita, baik itu cerita baik atau buruk, dipersilahkan untuk berbagi dengan teman-teman yang lain. Ini lah salah satu hal yang membuat saya betah di liqo’.
Singkat cerita, kemarin saya liqo’ bersama teman-teman di salah satu masjid di jalan Dipati Ukur. Setelah tilawah dan  rangkaian materi selesai disampaikan oleh guru kami, tiba-tiba ada teman yang bicara, "Teh, saya punya cerita." Dengan senang hati guru kami mempersilakan teman saya itu untuk bercerita tentang pengalamannya kepada kami. Kurang lebih seperti ini ceritanya:
"Beberapa waktu yang lalu saya dan teman saya (teman liqo’ juga yang kebetulan tidak hadir pada saat itu) menghadiri acara UKM di lingkungan fakultas. Mungkin karena kebanyakan orang di lingkungan fakultas saya yang berpikiran sekuler, pada acara itu ada sesi sharing tentang pacar. Pada pertanyaan pertama kakak pembimbingnya menunjuk orang lain, dan orang yang ditunjuk itu pun bercerita tentang pacarnya. Setelah selesai tiba-tiba Kakak tersebut menunjuk saya. Spontan saya bilang tidak punya pacar. Si Kakak itu pun kaget gitu dengan jawaban saya. Seolah tidak percaya, si Kakak itu bertanya lagi dengan nada meyakinkan, 'Masa gak punya pacar? LDR gitu LDR? atau waktu SD gitu?’ Udah nanya, maksa lagi. He. Saya pun menjawabnya dengan jawaban yang meyakinkan pula, 'Gak Kak. Saya gak punya pacar karena sejak SD saya pesantren.' (Memang 83% teman liqo’ saya pernah belajar di pesantren, hanya saya dan teman yang berasal dari Bogor yang sekolah di sekolahan umum. (Tetapi itu tidak menjadikan saya patah semangat, justru saya bersyukur bisa berada di tengah-tengah mereka) Kemudian si Kakak dengan wajah sinis menjawab, 'Oh....'”
“Selesai bertanya tentang pacar kakak itu menghampiri saya dan bertanya, 'Kamu percaya Tuhan?'. Saya sih tidak kaget dia bilang begitu karena dia anggota salah satu komunitas yang sekuler. Saya jawab dengan tenang, 'Percaya Kak' Mendengar jawaban saya si Kakak tersebut  menantang saya, 'Oke. Kalau kamu percaya tuhan, saya ingin bukti.' Si Kakak mengeluarkan korek api seraya menggeser jarinya sejengkal, 'Kalau Tuhan itu ada tolong kamu berdoa dan minta kepada tuhan kamu untuk memindahkan korek ini dari sini ke sini.’  Saya jawab saja, 'Oke kak.' Seketika itu pun saya mengangkat kedua tangan saya sambil kumat-kamit selayaknya orang berdoa. Kemudian saya pindahkan saja itu korek api dengan tangan saya. Si kakak kaget. 'Saya minta Tuhan kamu yang pindahin, bukan kamu.' Terus saya jawab, 'Firman Tuhan saya, kalau saya meminta sesuatu saya harus berusaha, Kak. Kalau saya hanya berdoa, Tuhan saya gak akan mengabulkan permintaan saya. Ini adalah salah satu usaha saya, dan ternyata Tuhan saya menghendaki permintaan saya untuk membuat korek ini pindah tempat.' Kakak-nya hanya mengangguk dan berkata 'oh' kembali...."
Luar biasa, jika pertanyaan itu dilontarkan kepada saya, saya mungkin bingung akan menjawab apa. Tapi pemahaman dan implementasi konsep ketuhanan teman saya itu memang patut diacungi 4 jempol. Ibrah-nya buat saya adalah seseorang yang hanya percaya bahwa semua doa itu mampu mengubah segalanya dalam waktu sekejap lama-lama akan memiliki pemikiran yang sama dengan si kakak itu, dan setiap orang yang percaya bahwa dengan melakukan suatu usaha tanpa di sertai doa itu akan sukses perilakunya juga akan sama seperti kakak itu, karena sejatinya doa dan usaha itu satu paket. Jika hanya dengan berdoa saja nabi Muhammad bisa membuat semua orang memeluk Islam, saya yakin dengan seyakin-yakinnya tidak akan ada cerita tentang perjuangannya. Sebaliknya, jika nabi Muhammad SAW melakukan usaha saja maka saya percaya nabi Muhammad saat menghadapi perang Khandaq akan kalah, karena pasukan kaum Muslim saat itu jauh lebih sedikit dengan para kafir Quraisy. Ibroh yang terakhir adalah ternyata saya belum mengenal betul tentang Tuhan. Saya berpikir kalau pertanyaan itu dilontarkan kepada saya, apakah saya bisa menjawab seperti teman saya? Wallahua’lam, semoga kita selalu dipersatukan dengan orang-orang yang dekat dengan Allah. Aamiin. Semoga bermanfaat.

Metamorfosis Sempurna Latta dan Uzza

Lataa dan Uzza adalah nama patung berhala yang disembah orang kafir di zaman jahiliah. Dimana ‘Amr ibn Luhay berperan sebagai Sang Perantara dalam maraknya bangsa Arab menjadi penyembah berhala –paganisme-, yang hanya berhasil memerantarai sistem kepercayaan dan pola pikir yang membuat kaumnya semakin menyerusuk ke kedalaman kubungan sejarah.
Nama Al Lataa ditafsir sebagai bentuk feminim dari kata Allah. Laqab dari Al-Lataa adalah Al-Fayadh, yang berarti dermawan besar. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir bahwa sebelumnya Lataa adalah nama seseorang yang sangat saleh dan dermawan. Dia biasa menyediakan makanan dari tepung gandum bagi orang orang yang menunaikan haji. Jika datang jama’ah haji ke Makkah, maka mereka akan menyempatkan mampir ke rumah Lataa. Menikmati jamuan roti nan lebar yang dicelup ke dalam kuah daging kental dan minuman menyegarkan. Setelah dia meninggal, orang orang sering berkumpul di samping kuburannya untuk mengenang kebaikan dan kewaliannya. Bahkan mereka membuatkan patung sebagai pengagungan atas kelebihan yang pernah dilakukannya.
Lataa dan Uzza Era Modern yang Primitif
Matarantai jahiliah yang membentang sepanjang sejarah dihubungkan oleh satu benang merah yaitu syirik. Wujudnya berupa penyekutuan atau bahkan penggantian terhadap hak Allah sebagai Ilah, sebagai sesembahan Yang Maha Esa. Pembuatan patung, lalu menyembahnya sebagai sosok yang Agung adalah salah satu contoh dari kesyirikan yang dilakukan oleh bangsa Arab di zaman jahaliah.
Sedihnya, Lataa dan Uzza di era jahiliah, tidak hilang ditelan masa walaupun ajaran Sang Pembawa Cahaya –Nabi Muhammad SAW- telah mengajarkan ketauhidan, pembenahan logika dari hal-hal yang menyesatkan. Di era modern ini, masih kita dapati banyak dukun, paranormal, hingga yang menyebut diri Ustadz dan Kyai  menyatakan diri sebagai perantara dalam hubungan antara hajat manusia dengan Allah. Dan parahnya lagi manusia berbondong-bondong memakainya untuk memintas jalan hajat hidup mereka.
Selain itu, adapula beberapa sholawat yang disusun, yang dengannya kita memperbanyak shalawat, diniatkan sebagai cara untuk menunjukkan kecintaan pada Rasul dan ketaatan pada Allah SWT, padahal tanpa sadar shalawat tersebut telah mengantarkan pada perbuatan syirik. Misal pada shalawat nariyah terdapat beberapa bait yang maknanya Pengkultusan kepada Nabi Muhammad SAW. Dimana sikap pengkultusan kepada manusia siapapun itu, tidak pernah dibenarkan dalam Islam. Telitilah lafal dalam shalawat yang sering didendangkan. Jangan sampai karena ketidaktahuan mengantarkan kita ke dalam perbuatan syirik.
Metamorfosis Sempurna Lataa dan Uzza
Ketika pada zaman jahiliah, bangsa Arab secara terang-terangan mempersekutukan Allah, melakukan penyimpangan ketauhidan dari agama samawi yang di da’wahkan oleh nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.  Kemudian Nabi Muhammad datang membawa kebenaran dan rahmat, dimualailah era penentangan terhadap penyembahan berhala. Ada yang menentang dan ada yang membela. Kejahiliahan tidak terhenti setelah Islam datang, pertentangan demi pertentangan terus bergulir. Kejahiliahan terus berkembang, berubah wujud menjadi kejahiliahan dengan bentuk yang lebih halus, menipu dan bermetamorfosis sempurna, layaknya kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu  -tak mudah dikenali-.
Ada satu aksioma klasik dalam peradaban Islam yang diformulasikan oleh Abu Bakar Ash Shiddiq, Khalifah pertama. Menurut beliau, jika pasar memenangi Masjid, maka Masjid akan mati. Tapi jika Masjid memenangi pasar, maka pasar akan hidup. Maka di anatara misi peradaban Islam adalah menjaga agar Masjid memenangi pasae, karena itu berarti juga menjaga kehidupan pasar. Misi itu kini kelabu, karena pasar telah memenangi Masjid. Ekonomi kita pun disebut ekonomi pasar. Bahkan sekejap lagi, akan ada ‘pasar bebas’. (Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim, Salim A Fillah).
Iklan salah satu cara da’wah  yang menyeru kepada paganisme dan konsumerisme tanpa disadari. Mall-mall yang berjejer megah disetiap kota adalah tempat peribadatan bagi penganut setia paganisme dan konsumerisme. Hal yang disembah tentu trend dan mode. Setiap waktu berbondong-bondong manusia memasuki tempat peribadatan –mall- mereka.
Data  Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia  (APPBI) tahun 2012 menyatakan bahwa terdapat 240 pusat perbelanjaan yang ada di seluruh Indonesia. Masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif secara tidak langsung meyuburkan bisnis sektor-sektor yang bergerak di bidang konsumsi, salah satunya pusat perbelanjaan.
Menjamurnya pusat perbelanjaan bukan sekedar pemenuhan kebutuhan. Tapi kini orientasi masyarakat telah berubah dari need menjadi want. Termakan dengan rayuan iklan dengan imaji-imaji sesatnya. Seperti pria yang jantan adalah mereka yang berani melakukan tantangan –merokok-, wanita yang cantik adalah wanita yang tanpa jerawat, orang yang kaya adalah yang memiliki mobil keluaran tebaru. Iklan telah mendidik kita menstandarkan kebenaran pada penilaian kebanyakan manusia tanpa nalar dan sikap kritis. Anehnya da’wah ini diikuti.
Inilah metamorfosis sempurna dari Lataa dan Uzza. Menjadikan masyarakat yang jauh akan Masjid, terbuai oleh iklan, menjadi penyembah trend dan mode, kemudian menjadikan mall sebagai tempat peribadatan, mendesain manusia-manusia pemboros, dimana pemborosan adalah proyek memperbanyak saudara syaithan (Al-Israa’ 27).
Metamorfosis sempurna dari Lataa dan Uzza, telah banyak memakan korban. Saudara, tetangga, atau teman kita mungkin telah menjadi penyembah trend dan mode. Lebih banyak meghabiskan waktu di Mall ketimbang di Masjid, lebih banyak belanja barang-barang tidak perlu ketimbang berinfaq, sedikit demi sedikit akidah mereka tergerus terbuai oleh imaji sesat hasil dari iklan.
Memiliki pandangan hidup islam (Islamic WorldView) adalah slah satu cara yang dapat ditempuh tepat untuk mencegah diri dari metamorfosis sempurna Lataa dan Uzza, atau virus agama lainnya adalah dengan Islamic worldview (Pandangan Hidup Islam) adalah pemahaman seorang Muslim terhadap konsep-konsep pokok dalam Islam. Pemahaman setiap manusia akan mempengaruhi perilakunya. Cara pandang, sikap, dan perilaku seorang manusia ditentukan oleh bagaimana ia memahami suatu objek yang diinderanya. Seorang Muslim yang memiliki Pandangan Hidup Islam (Islamic Worldview) akan berbeda dengan seseorang yang tidak memilikinya
Metamorfosis sempurna Lataa dan Uzza tidak hanya berupa penyembahan dalam trend dan mode, tapi dapat juga berbentuk hal-hal yang lain. Ulama India Syaikh Abul Hasan Ali An-Nadwi pernah menyebutkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi umat Islam saat ini, sepeninggal Rasulullah SAW adalah tantangan yang diakibatkan oleh serangan-serangan pemikiran yang datang dari peradaban Barat. Sebab, tantangan ini sudah menyangkut aspek yang sangat mendasar dalam pandangan Islam, yaitu masalah iman dan kemurtadan. Wallahu’alam. 
Referensi:
http://www.eramuslim.com/resensi-buku/siapa-lata-dan-uzza-dan-awas-bahaya-syirik-di-masyarakat.htm
http://www.konsultasisyariah.com/mengapa-shalawat-nariyah-dilarang/
http://m.dakwatuna.com/2013/05/16/33321/tranformasi-penyembahan-berhala/
http://pemudapersisgarut.wordpress.com/2011/01/05/untuk-apa-belajar-islamic-worldview/
A. Fillah, Salim. 2012. Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim. Yogyakarta: Pro U Media.
 

Blogroll

About